Selasa, 10 Maret 2009

ATOM (Bagian 1)

Demokritos (460-370 SM) , berpendapat bahwa materi bersifat diskontinyu, artinya materi tidak dapat dipecah secara terus-menerus, karena akan diperoleh suatu partikel yang paling kecil yang tidak dapat dibagi-bagi lagi yang disebut dengan atomos (atom). Namur teori tersebut hanya merupakan spekulasi filsafat saja dan pengertiannya masih sangat kabur.

Meskipun istilah atom telah dikenal sejak beberapa tahun sebelum masehi, namun gambaran tentang atom seperti itu tidak mengalami perkembangan, bahkan kemudian terlupakan. Pendapat tentang adanya atom sebagai bagiam yang terkecil suatu zat dihidupkan lagi kembali pada zaman renaisanse oleh Gassendi pada tahun 1592-1655. Sejak saat itu cukup banyak pendapat tentang atom yang dikemukakan oleh para ahli, tetapi teori atom yang secara ilmiah baru dapat dipertanggungjawabkan baru dikemukakan oleh John Dalton (1766-1844) pada tahun 1808. Teorinya menjelaskan beberapa konsep kualitatif sehingga dapat dipakai untuk menerangkan beberapa peristiwa-peristiwa kimia.

Teori Atom Dalton
1. Bagian terkecil suatu unsur adalah atom.
2. Atom adalah suatu partikel yang pejal, keras, tak dapat ditembus, tak dapat dibagi lagi, tak dapat diubah menjadi zat lain, tak dapat diciptakan dan tak dapat dimusnahkan.
3. Atom-atom sejenis unsur adalah sama semuanya yang berarti mempunyai sifat-sifat kimia dan sifat-sifat fisika yang sama.
4. Atom-atom berbagai jenis unsur berbeda-beda sifat-sifatnya.
5. Suatu reaksi kimia adalah perubahan susunan atom dari zat-zat dalam reaksi itu.


Teori Atom Thomson
Teori atom berkembang lanjut, akibatnya timbul banyak sekali pertanyaan, seperti benarkah atom merupakan bagian zat terkecil yang tidak dapat dibelah lagi? Atau, bagaimanakah bentuk atom itu? Penemuan-penemuan ilmiah berikutnya diawali dengan penemuan elektron oleh Thomson pada tahun 1897 yang menunjukkan bahwa atom haruslah mempunyai sifat-sifat listrik dan tersusun oleh elektron, yaitu partikel-partikel lain yang lebih kecil dari pada atom dengan massa yang jauh lebih kecil dari pada seperseribu massa 1 atom hidrogen dan bahwa logam-logam dengan pengaruh sinar UV atau panas dapat juga membebaskan partikel-pertikel yang berasal dari atom atau partikel-partikel pembentuk atom.

Berdasar itulah thomson menganggap atom sebagai suatu bola yang bermuatan positif dan di dalamnya terdapat elektron-elektron (plum-pudding model of an atom).


3 komentar:

  1. akan lebih bijak kalau dari Dalton tidak langsung ke Thomson, mestinya kan dijelaskan dulu perkembangan tabung sinar katoda dari mulai Geissler, Plucker, Goldstein sampai Crookes...

    sampai penemuan e/m oleh Thomson, ok pak guru!

    btw, blog ini lebih tepatnya disebut blog kimia inti atau radioativitas, hehehehehehe

    BalasHapus
  2. bagus om artikelnya..
    mampir ke tempat juga ya om..
    http://sadyzone.blogsot.com
    kebetulan tema blog kita sama, kalo berminat, boleh dong tukeran link.. :D

    BalasHapus

MoreNiche