Rabu, 08 April 2009

Sejarah Singkat (Zat Radioaktif Bagian 1)

Sejak ditemukan sinar-X tahun 1895 oleh Wilhelm Konrad Rontgen (1845-1923), para ilmuwan melihat bahwa ada beberapa unsur dapat memancarkan sinar tertentu. Tahun 1896 Henry Becquerel (1852-1908) dari Perancis menemukan garam uranil sulfat (K2UO2(SO4)2) mengeluarkan sinar secara spontan. Oleh Becquerel sinar ini disebut sinar radioaktif dan gejala dari pemancaran sinar ini dengan spontan disebut gejala keradioaktifan. Tahun 1898 Pierre dan Marie Curie berhasil memisahkan dua buah isotop radioaktif radium (Ra) dan polonium (Po).
Sinar gama ditemukan oleh Paul Villard tahun 7898 dengan cara menguraikan radiasi sinar radioaktif kemudian menjatuhkannya pada pelat fotografi. Tahun 1899 Ernest Rutherford menemukan sinar alfa dan beta dengan cara yang sama.
Sinar radioaktif yang dipancarkan oleh suatu isotop radioaktif mempunyai sifat antara lain :
  1. dapat menembus lempeng logam yang tipis
  2. dapat menghitamkan pelat film yang terbungkus kertas hitam
  3. dalam medan magnet terurai menjadi 3 berkas sinar, yaitu sinar alfa, sinar beta dan sinar gamma.

1 komentar:

  1. sejarah zat radioaktif emang perlu kita ketahui. semoga dengan adanya tulisan ini membuat kita semakin paham.

    BalasHapus

MoreNiche